Di zaman ini, di zaman serba canggih, anak-anak lebih dikenalkan pada teknologi. Namun kesadaran akan bagusnya akhlak dan budi pekerti masih sangat kurang. Padahal akhlak inilah yang seharusnya jadi perhatian. Cobalah kita ambil pelajaran dari nasehat Lukman pada anaknya, yang mengajarkan akhlak-akhlak yang luhur.
Nasehat pertama: Jauhilah syirik
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Lukman: 13).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Lukman menasehati anaknya yang tentu amat ia sayangi, yaitu dengan nasehat yang amat mulia. Ia awali pertama kali dengan nasehat untuk beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun.”
Dalam hadits Bukhari, dari Qutaibah, dari Jarir, dari Al A’masy, dari Ibrahim, dari ‘Alqomah, dari ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhu, beliau menyebutkan ayat,
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman” (QS. Al An’am: 82).
Ketika disebutkan ayat ini, para sahabat pun menjadi khawatir. Mereka berkata,
أينا لم يَلْبس إيمانه بظلم؟
“(Wahai Rasul), siapakah yang tidak mencampurkan keimanannya dengan kesyirikan?”
Lantas Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“إنه ليس بذاك، ألا (3) تسمع إلى قول لقمان: { يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ } .
“Itu bukanlah kezholiman seperti yang kalian sangkakan. Tidakkah kalian pernah mendengar nasehat Lukman pada anaknya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (HR. Bukhari no. 3360)
Nasehat kedua: Berbaktilah pada orang tua
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Lukman: 15).
Nasehat kedua ini banyak dilupakan oleh anak-anak saat ini. Banyak yang sering menyusahkan orang tua, membuat orang tua sedih dan menangis. Namun tentu saja ketaatan pada orang tua hanyalah dalam perkara kebaikan dan mubah. Jika mereka memaksa untuk berbuat syirik dan maksiat lainnya, tentu tidak boleh ditaati.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Jika kedua orang tua memaksamu agar mengikuti keyakinan keduanya, maka janganlah engkau terima. Namun hal ini tidaklah menghalangi engkau untuk berbuat baik kepada keduanya di dunia secara ma’ruf (dengan baik)” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 54).
Nasehat ketiga: Setiap dosa dan kejelekan akan dibalas oleh Allah
Nasehat ini mengajarkan agar setiap orang mengetahui bahaya jika berbuat dosa. Dan setiap muslim harus yakin bahwa Allah Maha Melihat dan Mengetahui, serta Allah akan membalasnya. Lukman menasehati,
يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ini adalah wasiat yang amat berharga yang Allah ceritakan tentang Lukman Al Hakim supaya setiap orang bisa mencontohnya … Kezholiman dan dosa apa pun walau seberat biji sawi, pasti Allah akan mendatangkan balasannya pada hari kiamat ketika setiap amalan ditimbang. Jika amalan tersebut baik, maka balasan yang diperoleh pun baik. Jika jelek, maka balasan yang diperoleh pun jelek” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 55).
Nasehat keempat: Dirikanlah shalat, beramar ma’ruf nahi mungkar dan bersabar terhadap setiap cobaan
Allah Ta’ala berfirman,
يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. Lukman: 17).
Ayat ini menerangkan mengenai urgensi shalat, pentingnya amar ma’ruf nahi mungkar dan perintah untuk bersabar terhadap gangguan atau musibah. Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan mengapa sampai tiga ibadah ini yang menjadi wasiat untuk anaknya. Yaitu karena tiga ibadah ini adalah induknya ibadah dan landasan seluruh kebaikan. Karena di akhir ayat ini disebutkan, Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah) (Lihat Fathul Qodir, 5: 489).
Nasehat kelima: Ajaran adab ketika berbicara
Akhlak mulia lainnya disebutkan dalam ayat selanjutnya,
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18).
Ayat ini mengajarkan akhlak yang mulia yaitu bagaimana seorang muslim sebaiknya bersikap ketika berbicara, di manakah pandangan wajahnya. Dalam ayat ini diajarkan agar seorang muslim tidak bersikap sombong. Inilah yang dinasehatkan Lukman pada anaknya.
Nasehat keenam: Bersikap tawadhu’ (rendah diri)
Satu akhlak mulia lagi diajarkan oleh Lukman kepada anaknya ketika ia memberi wasiat padanya yaitu sikap tawadhu’ dan bagaimana beradab di hadapan manusia. Di antara yang dinasehatkan Lukman Al Hakim adalah mengenai adab berbicara, yaitu janganlah berbicara keras seperti keledai.
Allah Ta’ala berfirman,
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Lukman: 19).
Semoga nasehat berharga dari Lukman, seorang yang sholeh pada anaknya bermanfaat bagi orang tua dan anak. Hanya Allah yang memberi taufik. (Panggang, Gunungkidul, 8 Rabi’uts Tsani 1435 H)
—
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id
MENGAJAK KEPADA PERKARA YANG DI PERENTAH ALLAH DAN MENGHINDARKAN DARI PERKARA YANG DI LARANG OLEH ALLAH SUBHANAHUWATAALA.
Ahad, 9 Februari 2014
Khamis, 16 Januari 2014
Pergerakan Solat Membentuk Nama Rasulullah SAW

BENTUKLAH GENERASI BERILMU DI JIWA ANAK-ANAK KITA
BENTUKLAH GENERASI BERILMU DI JIWA ANAK-ANAK KITA
IMAN SEORANG ANAK KECIL..

Dalam sebuah riwayat menyatakan bahawa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, sedang dia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang mengambil wudhu' sambil menangis.
Apabila orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, "Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?"
Maka berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik saya telah membaca ayat al-Quran sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, "Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum" yang bermaksud, "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu." Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka."
Berkata orang tua itu, "Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka."
Berkata anak kecil itu, "Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal, tidakkah pakcik lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa."
Berkata orang tua itu, sambil menangis, "Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?"
Bangunan Masjid Al-Aqsa yang Sebenarnya
Al-Masjid al-Aqsa adalah merupakan masjid ketiga tersuci di dalam agama Islam. Ianya juga merupakan tempat di mana Allah memperjalankan nabi Muhammad SAW pada waktu malam semasa peristiwa Isra’ dari al-Masjid al-Haram di Makkah ke al-Masjid al-Aqsa di al-Quds. Lokasinya terletak di kawasan yang diberkati dan suci. Keberkatan kawasan tersebut bukan sahaja dapat dinikmati daripada aspek spiritualnya sahaja, tetapi daripada aspek material pun dapat dirasai, seperti kesuburan tanah yang menghasilkan produk perladangan terbaik, cuaca yang nyaman dan seumpamanya. Ramai nabi menjadikan bumi ini sebagai tempat tinggal di dalam misi dakwah mereka. Masjid ini juga pernah menjadi qiblat pertama bagi umat Islam.
Suatu masa dahulu, umat Islam bebas untuk keluar masuk di dalam al-Aqsa. Ramai yang memulakan pergerakan menunaikan haji dari masjid ini. Apatah lagi terdapat galakan langsung daripada nabi Muhammad untuk menziarahinya. Bersabda nabi Muhammad SAW di dalam sepotong hadith:
وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد: المسجد الحرام، والمسجد الأقصى، ومسجدي متفق عليه، واللفظ للبخاري
Daripada Abi Sa’id al-Khudri R.A. Rasulullah SAW dilaporkan berkata: Janganlah bersungguh-sungguh/bersusah-payah pergi berjalan melainkan ke tiga masjid, al-Masjid al-Haram (Makkah), al-Masjid al-Aqsa (Al-Quds) dan Masjidku (Masjid Nabi di Madinah) - Muttafaqun alaihi dengan lafaz daripada Bukhari.
Sehinggalah penjajahan Zionist ke atas Palestin, al-Masjid al-Aqsa kini sunyi daripada pengunjung Muslim bukan Arab. Sekatan serta fatwa pengharaman menziarahinya oleh Mufti Palestin yang turut disokong ramai ulamak kerana perlu membayar wang yang banyak kepada penjajah Zionist, menyebabkan hanya sedikit daripada kita yang mengenali bangunan al-Aqsa yang sebenarnya.
Di dalam bersemangat mempertahankan al-Aqsa, ada antara umat Islam yang cuba untuk memperkenalkan bangunan al-Aqsa.
Antara maklumat yang kerap disebarkan melalui rantaian email dan tapak sesawang seperti ini, ialah menyatakan yang Qubbah al-Sakhrah (Dome of the Rock) adalah bukan al-Aqsa. Mereka mendakwa yang ianya adalah propaganda Zionist untuk mengalihkan fokus umat Islam daripada mempertahankan al-Masjid al-Aqsa yang sebenarnya. Ramai daripada kita yang percaya dengan maklumat ini.
Gambar yang kerap disebarkan untuk menunjukkan al-Aqsa yang sebenar
Dalam artikel ini, saya akan cuba berkongsi maklumat yang sebenar mengenai bangunan al-Masjid al-Aqsa seperti yang dikenali penduduk Palestin. Saya perlu memberikan kredit kepada pensyarah Universiti al-Najah, Dr Haithem F. al-Ratrout yang telah melakukan kajian perkembangan senibina al-Aqsa di dalam kajian PhD semasa menuntut di Al-Maktoum Institute.
Saya telah mendapat keizinan beliau untuk menyebarkan maklumat kajiannya, kerana menurut beliau ini merupakan tanggungjawab Muslim bagi memperkenalkan bangunan al-Aqsa yang sebenarnya. Anda boleh membeli buku beliau daripada laman ini untuk mendapatkan penjelasan yang lebih terperinci.
PEMBINA AL-AQSA YANG SEBENARNYA
Untuk mengetahui al-Aqsa, kita terlebih dahulu perlu mengetahui siapakah pembinanya. Menurut ulamak, tidak ada satu nas yang amat sahih menyatakan secara jelas siapakah pembina al-Aqsa. Cuma terdapat sepotong hadith sahih menceritakan secara umum pembinaan al-Aqsa, seperti yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim:
حديث سليمان بن مهران الأعمش، عن إبراهيم بن يزيد التيمي، عن أبيه، عن أبي ذر قال: قلت: يا رسول الله أي مسجد وضع أول؟ قال: المسجد الحرام. قلت: ثم أي؟ قال: المسجد الأقصى. قلت: كم بينهما؟ قال: أربعون سنة
Hadith Sulaiman bin Mahran al-A’mash, daripada Ibrahim bin Yazid al-Tamimi, daripada bapanya Abu Zarr beliau berkata, aku bertanya kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, masjid yang manakah dibina terlebih dahulu (dalam sejarah)?” Nabi menjawab, “al-Masjid al-Haram.” Aku bertanya lagi, “Selepas itu?” Jawab nabi, “al-Masjid al-Aqsa.” Aku bertanya lagi, “Berapa jarak pembinaan antara keduanya?” Nabi menjawab, “40 tahun.”….
Berdasarkan hadith di atas, oleh kerana jarak pembinaan antara al-Masjid al-Haram dan al-Masjid al-Aqsa adalah dekat, iaitu 40 tahun, ditambah lagi dengan umur umat terdahulu yang amat panjang, maka ramai ulamak berpandangan pembina kedua-dua masjid ini adalah orang yang sama. Justeru, dalam usaha mencari siapakah pembina al-Aqsa, adalah perlu untuk kita mencari siapakah pembina al-Masjid al-Haram di Makkah.
Sebahagian kita berpandangan yang pembina al-Masjid al-Haram ialah Nabi Ibrahim. Ini berdasarkan kepada ayat al-Quran di dalam surah al-Baqarah ayat 127:
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِيمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ
Dan ketika Nabi Ibrahim dan Ismail mengangkat kembali tapak asas tapak rumah ibadah itu (Al-Masjid al-Haram).
Jumhur ulamak, walau bagaimanapun menyatakan yang ayat di atas hanyalah menunjukkan yang nabi Ibrahim membina kembali tapak al-Masjid al-Haram yang telah dibina oleh nabi sebelumnya. Dengan erti kata lain, nabi Ibrahim bukanlah orang pertama yang membina al-Haram. Sekiranya nabi Ibrahim bukan orang pertama membina al-Haram, maka baginda juga bukanlah orang pertama membina al-Aqsa.
Ketika mentafsirkan ayat di atas, Imam al-Tabari telah merekodkan beberapa riwayat mengenai pembina al-Masjid al-Haram yang sebenarnya. Antaranya ialah seperti yang dilaporkan oleh Ato’ bin Abi Rabah dan Abdullah bin Amru yang menyatakan bahawa pembina Ka’bah yang pertama sebenarnya ialah nabi Adam.
Apabila nabi Adam diturunkan dari langit, baginda telah membina rumah ibadah pertama di muka bumi dengan arahan Allah SWT. Baginda tawaf di keliling Ka’bah tersebut, berdasarkan sempadannya yang telah ditetapkan. Ka’bah itulah merupakan asal bagi al-Masjid al-Haram. Kemudian berdasarkan hadith Abu Dzar tadi, baginda telah membina al-Aqsa 40 tahun selepasnya. Adapun nabi Ibrahim, baginda hanyalah membangunkan kembali asas binaan tersebut yang telah roboh berikutan banjir besar serta faktor cuaca yang lain.
Justeru, ramai ulamak yang menyatakan nabi Adam adalah pembina al-Aqsa kerana baginda juga membina Ka’bah.
KONSEP BINAAN MASJID DI DALAM ISLAM
Untuk mengetahui bangunan al-Aqsa, kita juga perlu untuk mengetahui konsep binaan masjid di dalam fiqh Islam. Secara ringkasnya, yang dinamakan masjid itu perlulah mempunyai empat elemen:
1. Lokasi.
2. Sempadan.
3. Qiblah.
4. Aktiviti, termasuklah ritual ibadah dan juga segala aspek kehidupan yang membawa kesejahteraan akhirat.
Gabungan lokasi dan sempadan, menurut ulamak, tidak membawa maksud yang masjid itu perlu berada di dalam satu bangunan. Masjid di zaman nabi Muhammad pun tidak mempunyai bangunan. Yang paling penting ialah, pembina masjid tersebut perlu menentukan lokasi dan sempadannya. Adalah menjadi satu kesilapan sekiranya kita memahami yang masjid itu perlu dibuat di dalam bangunan.
LOKASI AL-AQSA
Dalam peta politik moden, al-Aqsa terletak di sebuah kawasan yang dikenali sebagai Pekan Lama atau Old City of Jerusalem, Tebing Barat (West Bank). Semasa zaman nabi, banyak istilah yang digunakan untuk merujuk kawasan ini, seperti Eiliya’, Sham, al-Ard al-Muqaddasah, al-Ard al-Mubarakah dan al-Quds. Old City of Jerusalem dikelilingi oleh pagar. Di dalamnya terletak kawasan petempatan lama. Ianya agak padat. Dahulu Muslim Arab merupakan majoriti, akan tetapi selepas penjajahan, orang Yahudi semakin ramai menguasai kawasan petempatan di dalam Old City of Jerusalem. Turut berada di dalam pagar Old City berkenaan, ialah Holy of Sepulchre, gereja utama agama Kristian. Al-Masjid al-Aqsa terletak di tenggara pagar Old City.
PLAN KA’BAH DI AL-MASJID AL-HARAM
Selain itu, kita juga perlu mengetahui bagaimanakah plan asal Ka’bah yang telah dibina oleh nabi Adam. Ini adalah kerana kita telah faham bahawa pembina kedua-dua bangunan ini kemungkinan besar adalah orang yang sama berdasarkan hadith Abu Dzar tadi. Ramai yang memahami Ka’bah sebagai bangunan berbentuk kiub yang dilitupi oleh kain kiswah hitam. Fakta ini kurang tepat, kerana sebenarnya kawasan Hijir Ismail adalah juga sebahagian Ka’bah berdasar pandangan ramai ulamak. Jika diteliti laporan daripada al-Azraqi (meninggal 222 H), beliau telah melakarkan plan Ka’bah seperti yang telah direnovasi oleh nabi Ibrahim seperti imej berikut:

BANGUNAN AL-AQSA YANG SEBENAR
Antara gambar terbaik untuk melihat pandangan udara al-Aqsa ialah seperti berikut.

Secara ringkas, al-Masjid al-Aqsa yang sebenar ialah meliputi semua monumen bangunan dan tanah lapang di sekitar pagar empat segi di atas. Hujjahnya ialah seperti berikut:
1. Nabi Muhammad diisra’ ke al-Aqsa. Kemudian dimikrajkan dari al-Aqsa juga. Semua bersetuju yang nabi dinaikkan ke langit daripada lokasi Dome of the Rock sekarang yang letaknya di bukit paling tinggi di dalam pagar di atas. Justeru tidaklah tepat sekiranya Dome of the Rock dikatakan bukan sebagai al-Aqsa.
2. Masjid tidak semestinya berada di dalam satu bangunan. Ianya boleh jadi di atas tanah lapang, atau dalam bangunan, atau gabungan tanah lapang dan bangunan, selagi mana ditentukan lokasi dan sempadannya.
3. Al-Aqsa mempunyai hubungan dan persamaan dengan Ka’bah. Tidak mustahil, kerana pembinanya adalah orang yang sama. Bahkan jika dibesarkan plan Ka’bah, kita akan dapati yang plannya adalah sama dengan pagar sempadan al-Aqsa. Dengan erti kata lain, sudut bukaan setiap hujung empat seginya adalah sama. Penjelasan lanjut boleh diperolehi daripada buku Dr Haithem yang sebenarnya merupakan thesis PhD beliau.

Memang benar Saidina Umar seakan marah dan tidak bersetuju dengan cadangan Ka’ab al-Ahbar mengenai lokasi di mana perlunya dibina bangunan masjid di dalam al-Aqsa. Ka’ab mencadangkan di lokasi Dome of the Rock sekarang. Umar tidak bersetuju kerana lokasi itu adalah lokasi paling suci dalam agama Yahudi, dan keduanya bangunan utama yang menempatkan Imam sembahyang, perlulah berada di tempat paling hampir dengan qiblat/Ka’bah.
Maka dibinalah bangunan masjid kecil di selatan sempadan pagar al-Aqsa yang betul-betul dibina oleh nabi Adam menghadap ke arah Ka’bah. Masjid asal yang dicadangkan saidina Umar itu dikenali penduduk tempatan sebagai Jami’ Qibli atau Jami’ al-Aqsa. Adapun sekiranya menyebut al-Masjid al-Aqsa, maka ianya merujuk kepada semua yang berada di dalam pagar sempadan al-Aqsa tadi, termasuklah Jami’ Qibli, Masjid Buraq, pelbagai masjid kecil di dalamnya, beberapa bilik perpustakaan, pejabat dan kelas pengajian, Dome of the Rock, Dome of Ascension, Dome of Chain, tanah lapang, dan lain-lain.

Semua yang berada di dalam garisan kuning di atas adalah al-Masjid al-Aqsa
KESIMPULAN
1. Al-Aqsa ialah kawasan yang meliputi semua monumen, bangunan dan tanah lapang di dalam pagar al-Aqsa seperti gambar di atas. Ini termasuklah Dome of the Rock, yang merupakan sebahagian daripada al-Masjid al-Aqsa.
2. Umat Islam perlu menghentikan penyebaran maklumat salah yang kononnya Dome of the Rock bukan sebahagian daripada al-Aqsa. Sasaran Zionis sekarang ialah membina Haikal Sulaiman di atas tapak Dome of the Rock, yang dianggap sebagai The Holiest of Holy oleh orang Yahudi. Sekiranya kita membiarkan fokus kita daripada mempertahankan Dome of the Rock, maka mudahlah orang Yahudi merampas al-Aqsa.
3. Saya amat mencadangkan rakan-rakan pembaca untuk membeli buku Dr Haithem, serta membaca kajian lanjut mengenai pembinaan Ka’bah, pembinaan Jami’ Qibli, Dome of the Rock dan kubah-kubah lain, sejarah pemerintah yang menguasai dan memakmurkan al-Aqsa dan lain-lain.
Sumber :
Semua yang berada di dalam garisan kuning di atas adalah al-Masjid al-Aqsa
Sumber : http://www.iluvislam.com/
Suatu masa dahulu, umat Islam bebas untuk keluar masuk di dalam al-Aqsa. Ramai yang memulakan pergerakan menunaikan haji dari masjid ini. Apatah lagi terdapat galakan langsung daripada nabi Muhammad untuk menziarahinya. Bersabda nabi Muhammad SAW di dalam sepotong hadith:
وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد: المسجد الحرام، والمسجد الأقصى، ومسجدي متفق عليه، واللفظ للبخاري
Daripada Abi Sa’id al-Khudri R.A. Rasulullah SAW dilaporkan berkata: Janganlah bersungguh-sungguh/bersusah-payah pergi berjalan melainkan ke tiga masjid, al-Masjid al-Haram (Makkah), al-Masjid al-Aqsa (Al-Quds) dan Masjidku (Masjid Nabi di Madinah) - Muttafaqun alaihi dengan lafaz daripada Bukhari.
Sehinggalah penjajahan Zionist ke atas Palestin, al-Masjid al-Aqsa kini sunyi daripada pengunjung Muslim bukan Arab. Sekatan serta fatwa pengharaman menziarahinya oleh Mufti Palestin yang turut disokong ramai ulamak kerana perlu membayar wang yang banyak kepada penjajah Zionist, menyebabkan hanya sedikit daripada kita yang mengenali bangunan al-Aqsa yang sebenarnya.
Di dalam bersemangat mempertahankan al-Aqsa, ada antara umat Islam yang cuba untuk memperkenalkan bangunan al-Aqsa.
Antara maklumat yang kerap disebarkan melalui rantaian email dan tapak sesawang seperti ini, ialah menyatakan yang Qubbah al-Sakhrah (Dome of the Rock) adalah bukan al-Aqsa. Mereka mendakwa yang ianya adalah propaganda Zionist untuk mengalihkan fokus umat Islam daripada mempertahankan al-Masjid al-Aqsa yang sebenarnya. Ramai daripada kita yang percaya dengan maklumat ini.

Gambar yang kerap disebarkan untuk menunjukkan al-Aqsa yang sebenar
Dalam artikel ini, saya akan cuba berkongsi maklumat yang sebenar mengenai bangunan al-Masjid al-Aqsa seperti yang dikenali penduduk Palestin. Saya perlu memberikan kredit kepada pensyarah Universiti al-Najah, Dr Haithem F. al-Ratrout yang telah melakukan kajian perkembangan senibina al-Aqsa di dalam kajian PhD semasa menuntut di Al-Maktoum Institute.
Saya telah mendapat keizinan beliau untuk menyebarkan maklumat kajiannya, kerana menurut beliau ini merupakan tanggungjawab Muslim bagi memperkenalkan bangunan al-Aqsa yang sebenarnya. Anda boleh membeli buku beliau daripada laman ini untuk mendapatkan penjelasan yang lebih terperinci.
PEMBINA AL-AQSA YANG SEBENARNYA
Untuk mengetahui al-Aqsa, kita terlebih dahulu perlu mengetahui siapakah pembinanya. Menurut ulamak, tidak ada satu nas yang amat sahih menyatakan secara jelas siapakah pembina al-Aqsa. Cuma terdapat sepotong hadith sahih menceritakan secara umum pembinaan al-Aqsa, seperti yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim:
حديث سليمان بن مهران الأعمش، عن إبراهيم بن يزيد التيمي، عن أبيه، عن أبي ذر قال: قلت: يا رسول الله أي مسجد وضع أول؟ قال: المسجد الحرام. قلت: ثم أي؟ قال: المسجد الأقصى. قلت: كم بينهما؟ قال: أربعون سنة
Hadith Sulaiman bin Mahran al-A’mash, daripada Ibrahim bin Yazid al-Tamimi, daripada bapanya Abu Zarr beliau berkata, aku bertanya kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, masjid yang manakah dibina terlebih dahulu (dalam sejarah)?” Nabi menjawab, “al-Masjid al-Haram.” Aku bertanya lagi, “Selepas itu?” Jawab nabi, “al-Masjid al-Aqsa.” Aku bertanya lagi, “Berapa jarak pembinaan antara keduanya?” Nabi menjawab, “40 tahun.”….
Berdasarkan hadith di atas, oleh kerana jarak pembinaan antara al-Masjid al-Haram dan al-Masjid al-Aqsa adalah dekat, iaitu 40 tahun, ditambah lagi dengan umur umat terdahulu yang amat panjang, maka ramai ulamak berpandangan pembina kedua-dua masjid ini adalah orang yang sama. Justeru, dalam usaha mencari siapakah pembina al-Aqsa, adalah perlu untuk kita mencari siapakah pembina al-Masjid al-Haram di Makkah.
Sebahagian kita berpandangan yang pembina al-Masjid al-Haram ialah Nabi Ibrahim. Ini berdasarkan kepada ayat al-Quran di dalam surah al-Baqarah ayat 127:
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِيمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ
Dan ketika Nabi Ibrahim dan Ismail mengangkat kembali tapak asas tapak rumah ibadah itu (Al-Masjid al-Haram).
Jumhur ulamak, walau bagaimanapun menyatakan yang ayat di atas hanyalah menunjukkan yang nabi Ibrahim membina kembali tapak al-Masjid al-Haram yang telah dibina oleh nabi sebelumnya. Dengan erti kata lain, nabi Ibrahim bukanlah orang pertama yang membina al-Haram. Sekiranya nabi Ibrahim bukan orang pertama membina al-Haram, maka baginda juga bukanlah orang pertama membina al-Aqsa.
Ketika mentafsirkan ayat di atas, Imam al-Tabari telah merekodkan beberapa riwayat mengenai pembina al-Masjid al-Haram yang sebenarnya. Antaranya ialah seperti yang dilaporkan oleh Ato’ bin Abi Rabah dan Abdullah bin Amru yang menyatakan bahawa pembina Ka’bah yang pertama sebenarnya ialah nabi Adam.
Apabila nabi Adam diturunkan dari langit, baginda telah membina rumah ibadah pertama di muka bumi dengan arahan Allah SWT. Baginda tawaf di keliling Ka’bah tersebut, berdasarkan sempadannya yang telah ditetapkan. Ka’bah itulah merupakan asal bagi al-Masjid al-Haram. Kemudian berdasarkan hadith Abu Dzar tadi, baginda telah membina al-Aqsa 40 tahun selepasnya. Adapun nabi Ibrahim, baginda hanyalah membangunkan kembali asas binaan tersebut yang telah roboh berikutan banjir besar serta faktor cuaca yang lain.
Justeru, ramai ulamak yang menyatakan nabi Adam adalah pembina al-Aqsa kerana baginda juga membina Ka’bah.
KONSEP BINAAN MASJID DI DALAM ISLAM
Untuk mengetahui bangunan al-Aqsa, kita juga perlu untuk mengetahui konsep binaan masjid di dalam fiqh Islam. Secara ringkasnya, yang dinamakan masjid itu perlulah mempunyai empat elemen:
1. Lokasi.
2. Sempadan.
3. Qiblah.
4. Aktiviti, termasuklah ritual ibadah dan juga segala aspek kehidupan yang membawa kesejahteraan akhirat.
Gabungan lokasi dan sempadan, menurut ulamak, tidak membawa maksud yang masjid itu perlu berada di dalam satu bangunan. Masjid di zaman nabi Muhammad pun tidak mempunyai bangunan. Yang paling penting ialah, pembina masjid tersebut perlu menentukan lokasi dan sempadannya. Adalah menjadi satu kesilapan sekiranya kita memahami yang masjid itu perlu dibuat di dalam bangunan.
LOKASI AL-AQSA
Dalam peta politik moden, al-Aqsa terletak di sebuah kawasan yang dikenali sebagai Pekan Lama atau Old City of Jerusalem, Tebing Barat (West Bank). Semasa zaman nabi, banyak istilah yang digunakan untuk merujuk kawasan ini, seperti Eiliya’, Sham, al-Ard al-Muqaddasah, al-Ard al-Mubarakah dan al-Quds. Old City of Jerusalem dikelilingi oleh pagar. Di dalamnya terletak kawasan petempatan lama. Ianya agak padat. Dahulu Muslim Arab merupakan majoriti, akan tetapi selepas penjajahan, orang Yahudi semakin ramai menguasai kawasan petempatan di dalam Old City of Jerusalem. Turut berada di dalam pagar Old City berkenaan, ialah Holy of Sepulchre, gereja utama agama Kristian. Al-Masjid al-Aqsa terletak di tenggara pagar Old City.

PLAN KA’BAH DI AL-MASJID AL-HARAM
Selain itu, kita juga perlu mengetahui bagaimanakah plan asal Ka’bah yang telah dibina oleh nabi Adam. Ini adalah kerana kita telah faham bahawa pembina kedua-dua bangunan ini kemungkinan besar adalah orang yang sama berdasarkan hadith Abu Dzar tadi. Ramai yang memahami Ka’bah sebagai bangunan berbentuk kiub yang dilitupi oleh kain kiswah hitam. Fakta ini kurang tepat, kerana sebenarnya kawasan Hijir Ismail adalah juga sebahagian Ka’bah berdasar pandangan ramai ulamak. Jika diteliti laporan daripada al-Azraqi (meninggal 222 H), beliau telah melakarkan plan Ka’bah seperti yang telah direnovasi oleh nabi Ibrahim seperti imej berikut:

BANGUNAN AL-AQSA YANG SEBENAR
Antara gambar terbaik untuk melihat pandangan udara al-Aqsa ialah seperti berikut.

Secara ringkas, al-Masjid al-Aqsa yang sebenar ialah meliputi semua monumen bangunan dan tanah lapang di sekitar pagar empat segi di atas. Hujjahnya ialah seperti berikut:
1. Nabi Muhammad diisra’ ke al-Aqsa. Kemudian dimikrajkan dari al-Aqsa juga. Semua bersetuju yang nabi dinaikkan ke langit daripada lokasi Dome of the Rock sekarang yang letaknya di bukit paling tinggi di dalam pagar di atas. Justeru tidaklah tepat sekiranya Dome of the Rock dikatakan bukan sebagai al-Aqsa.
2. Masjid tidak semestinya berada di dalam satu bangunan. Ianya boleh jadi di atas tanah lapang, atau dalam bangunan, atau gabungan tanah lapang dan bangunan, selagi mana ditentukan lokasi dan sempadannya.
3. Al-Aqsa mempunyai hubungan dan persamaan dengan Ka’bah. Tidak mustahil, kerana pembinanya adalah orang yang sama. Bahkan jika dibesarkan plan Ka’bah, kita akan dapati yang plannya adalah sama dengan pagar sempadan al-Aqsa. Dengan erti kata lain, sudut bukaan setiap hujung empat seginya adalah sama. Penjelasan lanjut boleh diperolehi daripada buku Dr Haithem yang sebenarnya merupakan thesis PhD beliau.

Memang benar Saidina Umar seakan marah dan tidak bersetuju dengan cadangan Ka’ab al-Ahbar mengenai lokasi di mana perlunya dibina bangunan masjid di dalam al-Aqsa. Ka’ab mencadangkan di lokasi Dome of the Rock sekarang. Umar tidak bersetuju kerana lokasi itu adalah lokasi paling suci dalam agama Yahudi, dan keduanya bangunan utama yang menempatkan Imam sembahyang, perlulah berada di tempat paling hampir dengan qiblat/Ka’bah.
Maka dibinalah bangunan masjid kecil di selatan sempadan pagar al-Aqsa yang betul-betul dibina oleh nabi Adam menghadap ke arah Ka’bah. Masjid asal yang dicadangkan saidina Umar itu dikenali penduduk tempatan sebagai Jami’ Qibli atau Jami’ al-Aqsa. Adapun sekiranya menyebut al-Masjid al-Aqsa, maka ianya merujuk kepada semua yang berada di dalam pagar sempadan al-Aqsa tadi, termasuklah Jami’ Qibli, Masjid Buraq, pelbagai masjid kecil di dalamnya, beberapa bilik perpustakaan, pejabat dan kelas pengajian, Dome of the Rock, Dome of Ascension, Dome of Chain, tanah lapang, dan lain-lain.

Semua yang berada di dalam garisan kuning di atas adalah al-Masjid al-Aqsa
KESIMPULAN
1. Al-Aqsa ialah kawasan yang meliputi semua monumen, bangunan dan tanah lapang di dalam pagar al-Aqsa seperti gambar di atas. Ini termasuklah Dome of the Rock, yang merupakan sebahagian daripada al-Masjid al-Aqsa.
2. Umat Islam perlu menghentikan penyebaran maklumat salah yang kononnya Dome of the Rock bukan sebahagian daripada al-Aqsa. Sasaran Zionis sekarang ialah membina Haikal Sulaiman di atas tapak Dome of the Rock, yang dianggap sebagai The Holiest of Holy oleh orang Yahudi. Sekiranya kita membiarkan fokus kita daripada mempertahankan Dome of the Rock, maka mudahlah orang Yahudi merampas al-Aqsa.
3. Saya amat mencadangkan rakan-rakan pembaca untuk membeli buku Dr Haithem, serta membaca kajian lanjut mengenai pembinaan Ka’bah, pembinaan Jami’ Qibli, Dome of the Rock dan kubah-kubah lain, sejarah pemerintah yang menguasai dan memakmurkan al-Aqsa dan lain-lain.
Sumber :
Semua yang berada di dalam garisan kuning di atas adalah al-Masjid al-Aqsa
Sumber : http://www.iluvislam.com/
GAMBAR SEDIH DAN MENGERIKAN

1992 أمٌُ صومالية تدفن إبنها الذي مات جوعاً SEORANG IBU MENGKEBUMIKAN ANAK KERANA LAPAR- SOMALIA-1992

ثيش كانغ دوك زعيم البوذيين في جنوب الفيتنام يحرق نفسه للتعبير عن سخطه عن اساليب التعذيب التي كانت تتخذها الحكومة أنذاك والغريب في الأمر أنّ ثيش كانغ دوك لم يصدر اي صوت ولم يتحرك حتى اثناء حريقه SEORANG PEMIMPIN AGAMA BUDHA DI VIETNAM MEMBAKAR DIRINYA SEBAGAI USAHA MENGELAKAN HUKUMAN YANG DIKENAKAN OLEH KERAJAAN VIETNAM- Semasa api membakar tubuhnya pemimpin agama budah tersebut tidak menjerit dan tidak bergerak walaupun sedikit.

جانفي 1960 ثانية واحدة قبل قتل زعيم الحزب الياباني اسانوما من طرف طالب معارض PEMIMPIN PARTI JEPUN DIBUNUH KETIKA PEMENTASAN TAHUN 1960

/ 1962جندي أصيب من طرف قناص , متعلقا بقس في لحظاته الاخيرة tentera yang terkena tembakan sempat bergayut pada paderi.1962.

1965 أمٌ واولادها يحاولون عبور النهر في جنوب الفيتنام هروبا من القصف الامريكي Kanak-kanak bersama ibu menyeberangi sungai mengelak daripada ditangkap tentera amerika.

1966 دبابة امريكية تجر جندي فيتنامي جنوب الفيتنام Cara tentera amerika menyeksa tentera vietnam.

1 فبراير 1968 نجاين نكوك لاون رئيس أركان شرطةجنوب الفيتنام يطلق النار على شاب فيتنامي لشكه في انتمائه لجيش الفتنمة ( جيش تحرير الفيتنام)197هروب مدنيين بعد سقوط قذيفة بالخطأ على قرية مأهولة 1968 Ketua Tentera Vietnam Utara menembak remaja yang menyokong pertubuhan pembebasan negara vietnam.

1973لحظات قليلة قبل موت رئيس الشيلي المنتخب سلفادور ألندي خلال الإنقلاب Saat terakhir pemimpin Chile sebelum kematiannya

1975 إمرأة وبنت صغيرة يهوون عند انهيار شرفة أثناء محاولتهما الهروب من الحريق الذي شب في البناية Kanak-kanak yang terjun menyelamatkan diri dari kebakaran.

1980يد صبي من اوغندا مشرف على الموت جوعاً ويد المشرف على الاغاثة perbezaan antara tangan ketua bantuan kemanusiaan dan tangan kanak-kanak yang mati kerana kelaparan.

23 فبراير 1981 الكولونيل مولينا والشرطة الحربيةخلال اقتحامها واحتجازها مبنى البرلمان في اسبانيا. لم يتوقع المصور اللقطة و قام بإخفاء فيلم التصوير في حذاءه Kolonel Maulini semasa membuka perasmian parlimen Sepanyol.

1982/ لاجئين فلسطينيين قتلوا في بيروت Pelarian Palestin yang dibunuh di Beirut- 1982.

1994/ رجل عذب من طرف الجنود لمجرد الاشتباه بتحدثه مع ثوار التوتسي و يا مكثر الاشتباهات و التعذيبات Kesan seksaan daripada pihak tentera.

2003 عراقي يحاول تهدئة إبنه من الطغاة الامريكان Tahanan Iraq cuba menenangkan anaknya.
Dari koleksi:Qutuz Mokhtar
SIFAT-SIFAT PARA SAHABAT RASULULLAH SAW..

Sifat-Sifat Para Sahabat
Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim telah mengeluarkan berita ini dari As-Suddi dalam maksud firman Allah ta'ala: "Kamu adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan kepada manusia..." (Ali Imran: 110). Berkata Umar bin Al-Khatthab ra.: Jika Allah berkehendak niscaya Dia telah mengatakan Antum, yang termasuk semua kita. Akan tetapi Allah ta'ala mau mengkhususkan Kuntum itu hanya buat para sahabat Nabi Muhammad SAW semata dan siapa yang membuat seperti yang dibuat oleh mereka saja, yang bakal menjadi sebaik-baik ummat yang dikeluarkan bagi manusia.
Tersebut pada Ibnu Jarir lagi yang meriwayatkannya dari Qatadah ra. katanya: Diberitakan kepada kami bahwa Umar bin Al-Khatthab ra. pemah membaca ayat Kuntum khaira ummatin... kemudian dia berkata kepada orang ramai: "Hai manusia! Siapa yang mau dikategorikan ke dalam golongan orang yang disebutkan ayat tadi, maka hendaklah dia memenuhi syarat-syarat Allah padanya!"(Kanzul Ummal 1:238)
Abu Nu'aim telah-mengeluarkan dari Ibnu Mas'ud ra. katanya: "Sesungguhnya Allah telah memandang pada hati para hambaNya,lalu dipilihnya Muhammad SAW dan dibangkitkanNya dengan perutusanNya, dan dilantikNya dengan pengetahuanNya untuk dijadikan Rasul. Kemudian Allah ta'ala memandang lagi pada hati manusia sesudah itu, lalu dipilihNya beberapa orang sahabat Nabi dan dijadikanNya mereka sebagai pembantu-pembantu agamaNya, dan sebagai wazir-wazir NabiNya SAW. Tegasnya, apa yang dianggap orang-orang Mukminin itu baik, maka baiklah dia. Dan apa yang dianggap orang-orang Mukminin itu buruk, maka buruklah dia dalam pandangan Allah".(Hilyatul-Auliya' 1:375)
Abu Nu'aim juga telah mengeluarkan dari Abdullah bin Umar ra. katanya: "Barangsiapa yang mau meniru, hendaklah ia meniru perjalanan orang yang sudah mati, iaitu perjalanan para sahabat Nabi Muhammad SAW, karena mereka itu adalah sebaik-baik ummat ini, dan sebersih-bersihnya hati, sedalam-dalamnya ilmu pengetahuan, dan seringan-ringannya penanggungan. Mereka itu adalah suatu kaum yang telah dipilih Allah untuk menjadi para sahabat NabiNya SAW dan bekerja untuk menyebarkan agamanya. Karena itu, hendaklah kamu mencontohi kelakuan mereka dan ikut perjalanan mereka. Mereka itulah para sahabat Nabi Muhammad SAW yang berdiri di atas jalan lurus, demi Allah yang memiliki Ka'bah!"(Hilyatul-Auliya' 1:305)
Abu Nu'aim mengeluarkan lagi dari Ibnu Mas'ud ra. katanya: "Kamulah orang yang paling banyak puasanya, paling banyak shalatnya, dan terlalu banyak ijtihadnya dari golongan sahabat Rasulullah SAW namun begitu mereka itu, yakni para sahabat adalah lebih baik dari kamu! Mereka lalu berkata: "Hai bapak Abdul Rahman! Mengapa sampai begitu? Jawab Ibnu Mas'ud: "Sebab mereka itu lebih banyak berzuhud pada dunia, dan lebih kuat keinginannya pada akhirat!" (Hilyatul-Auliya' 1:136)
Abu Nu'aim mengeluarkan lagi dari Abu Wa'il, yang mengatakan bahwa Abdullah bin Mas'ud pernah mendengar seorang lelaki berkata: Di manakah orang-orang yang berzuhud pada dunia, dan yang sangat mencintai akhirat?! Lalu dijawab oleh Abdullah: Mereka itulah Ash-habul labiyah, yang mengikat janji antara satu dengan yang lain - dan mereka itu kesemuanya sebanyak 500 orang dari kaum Muslimin - agar mereka tidak akan kembali lagi sehingga mereka sekalian pupus sampai ke akhirnya. Merekalalu mencukur kepala mereka dan terus bertempur dengan musuh, sehingga semua mereka mati, kecuali orang yang membawa berita ini! (Hiyatul-Auliya' 1: 135)
Abu Nu'aim mengeluarkan lagi dari Ibnu Umar ra. bahwa dia pemah mendengar seorang lelaki berkata: Di manakah orangorang yang berzuhud pada dunia, dan yang sangat mencintai akhirat? Ibnu Umar ra. Ialu menunjukkan makam Nabi SAW dan makam Abu Bakar dan Umar, Ialu bertanya: Apakah engkau bertanya tentang mereka ini? (Hilyatul-Auliya' 1:307)
Ibnu Abid-dunia pula mengeluarkan dari Abu Arakah, Sekali peristiwa aku bershalat dengan Ali ra. shalat Subuh, dan setelah selesai shalat, dia lalu duduk miring ke kanan, berdiam diri dan tampak pada wajahnya ada tanda susah, sehingga apabila matahari meninggi setinggi tombak dia lalu bangun bershalat dua rakaat, kemudian dia membalik-balikkan tangannya, seraya berkata: Demi Allah, aku telah melihat sendiri betapa baiknya para sahabat Rasulullah SAW itu.
Tetapi sayang sekali, tiada seorang pun sekarang yang dapat menyerupai mereka. Mereka semua berwajah pucat berambut kusut masai, berpakaian compang-camping, laksana segerombolan kambing dalam gembalaannya. Mereka menghabiskan malam dengan bersujud kepada Allah, bangun beribadat karena membaca Kitab Allah. tanda-tanda itu dapat dilihat pada dahi-dahi mereka dan tumit-tumit mereka. Bila mereka bangun pagi dan berzikir kepada Allah, mereka seolah-olahnya seperti pepohonan yang bergerak karena ditiup angin menderu, air mata mereka mengalir terus membasahi pakaian mereka.
Sayang sekali pada masa kini sudah tidak ada lagi orang yang menjejak perjalanan mereka itu, karena semua orang telah ditimpa kelalaian. Kemudian Ali ra. bangun dari tempatnya, dan kelihatan dia tidak pernah tertawa lagi selepas hari itu, sehinggalah dia dibunuh oleh Ibnu Muljam, musuh Allah yang jahat itu. (Al-Bidayah Wan-Nihayah 8:6) Berita yang sama juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim (Hilyatul Auliya' 1:76) dan Ad-Dinauri, Al-Askari dan Ibnu Asakir (Kanzul Ummal 8:219)
Oleh:Tuan Haji Zainal Abidin
12 Mutiara Peninggalan Imam Shafie
من أقوال الإمام الشافعي
*التواضع يورث المحبة، والقناعة تورث الراحة.
1-Merendah diri mewarisi kasih sayang, bercukup dengan anugerah Allah SWT mewarisi kerehatan.
* العلم ما نفع ، ليس العلم ما حفظ .
2-Ilmu adalah apa yang memberi manfaat bukan ilmu itu terletak pada hafalan.
*أصل العلم التثبيت : وثمرته السلامة .
3-Asal itu adalah kemantapan dan hasilnya adalah kesejahteraan.
وأصل الورع القناعة : وثمرته الراحة .
4 – Asas Warak adalah mencukupi dengan apa jua anugerah Allah SWT kepada kita, kesannnya adalah kerehatan.
وأصل الصبر الحزم : وثمرته الظفر.
5-Asas kesabaran adalah kemantapan dan kesannya adalah memperolehi kemenangan.
وأصل العمل التوفيق : وثمرته النجاح .
6-Asas amalan adalah Taufiq dan hasilnya adalah kejayaan.
وغاية كل أمر الصدق .
7-Matlamt semua pekerjaan adalah kebenaran.
* طلب العلم أفضل من النافلة .
8-Menuntut ilmu adalah lebih baik daripada solat nafilah.
*من لم تعزه التقوى ، فلا عز له .
9-Sesiapa tidak mementingkan Kemuliaan Taqwa maka tidak ada baginya kemuliaan.
* ما كذبت قط .
10 – Jangan sekali-kali menipu.
* ولا حلفت بالله صادقا ولا كاذبا .
11-Aku tidak berjanji dengan Allah SWT dengan semua kebenaran dan penipuan.( tetapi hanya dengan kebenaraan sahaja ).
* ولا تركت غسل الجمعة .
12- Aku tidak akan tinggalkan bersuci pada hari Jumaat.
oleh:Qutuz Mokhtar
ALLAH MENJAWAB PERTANYAAN KITA
ALLAH MENJAWAB PERTANYAAN KTA
KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?
QURAN MENJAWAB “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” (”I am full of faith to Allah”) sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.” -Surah Al-Ankabut ayat 2-3
KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
QURAN MENJAWAB “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” – Surah Al-Baqarah ayat 216
KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
QURAN MENJAWAB “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” – Surah Al-Baqarah ayat 286
KITA BERTANYA : KENAPA RASA FRUSTASI?
QURAN MENJAWAB “Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman.” – Surah Al-Imran ayat 139
KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan) , dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).”
KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” – Surah Al-Baqarah ayat 45
KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?
QURAN MENJAWAB “Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka… ? – Surah At-Taubah ayat 111
KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
QURAN MENJAWAB “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” – Surah At-Taubah ayat 129
KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT TAHAN!!!
QURAN MENJAWAB “… ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”

– Surah Yusuf ayat 12 “Dan hamba-hamba Allah yang Maha Pengasih, iaitu mereka yang berjalan di bumi dalam keadaan tenang dan apabila orang-orang yang bodoh berkata kepada mereka, maka mereka hanya menjawab: Selamat. Dan mereka yang di waktu malam hari menyembah Tuhan dalam keadaan sujud dan berdiri. Dan mereka yang berkata: Wahai Tuhan kami! Jauhkanlah kiranya dari kami siksaan Neraka Jahannam, sesungguhnya siksaannya itu pasti berlaku. Sesungguhnya ia tempat kediaman dan tempat tinggal yang amat buruk. Dan mereka itu, apabila membelanjakan hartanya, tiada melampaui batas dan tiada pula bersifat kikir, malah pertengahan antara keduanya. Dan mereka yang tiada menyeru Tuhan yang lain di samping Allah dan mereka tiada membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (membunuhnya) melainkan dengan hak, dan mereka tiada melakukan perzinaan. Barangsiapa yang melakukan demikian niscaya akan mendapat dosa. Kepadanya dilipat gandakan siksaan pada Hari Kiamat, dan mereka tetap di sana dalam keadaan terhina, kecuali orang yang bertaubat dan mengerjakan perbuatan yang baik, maka orang-orang itu akan digantikan oleh Allah kejahatan-kejahatan mereka dengan kebaikan-kebaikan. Dan Tuhan itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat lalu mengerjakan perbuatan baik maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan sebenarnya. Dan mereka yang tiada menjadi saksi palsu, dan bila melalui pada perkara-perkara yang omong kosong, mereka berlalu dengan hormatnya. Dan mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Allah, mereka tidak tersungkur ke dalamnya dalam keadaan tuli dan buta. Dan mereka yang berkata: Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. Mereka itu adalah orang-orang yang dibalas dengan darjat yang tinggi disebabkan mereka bersabar dan mereka akan diterima di sana dengan penghormatan dan keselamatan. Mereka kekal di dalamnya, amat baiklah tempat kediaman dan tempat tinggal. Katakanlah: Tuhanku tidak akan memperhatikan kamu sekalian, kalaulah bukan sebab doa kamu sekalian. Sesungguhnya kamu telah mendustakan (Tuhan), kerana itu (hukuman) pasti datang.” (al-Furqan: 63-77)
“Dan hamba-hamba Allah yang Maha Pengasih, iaitu mereka yang berjalan di bumi dalam keadaan tenang dan apabila orang-orang yang bodoh berkata kepada mereka, maka mereka hanya menjawab: Selamat. Dan mereka yang di waktu malam hari menyembah Tuhan dalam keadaan sujud dan berdiri. Dan mereka yang berkata: Wahai Tuhan kami! Jauhkanlah kiranya dari kami siksaan Neraka Jahannam, sesungguhnya siksaannya itu pasti berlaku. Sesungguhnya ia tempat kediaman dan tempat tinggal yang amat buruk. Dan mereka itu, apabila membelanjakan hartanya, tiada melampaui batas dan tiada pula bersifat kikir, malah pertengahan antara keduanya. Dan mereka yang tiada menyeru Tuhan yang lain di samping Allah dan mereka tiada membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (membunuhnya) melainkan dengan hak, dan mereka tiada melakukan perzinaan. Barangsiapa yang melakukan demikian niscaya akan mendapat dosa. Kepadanya dilipat gandakan siksaan pada Hari Kiamat, dan mereka tetap di sana dalam keadaan terhina, kecuali orang yang bertaubat dan mengerjakan perbuatan yang baik, maka orang-orang itu akan digantikan oleh Allah kejahatan-kejahatan mereka dengan kebaikan-kebaikan. Dan Tuhan itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat lalu mengerjakan perbuatan baik maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan sebenarnya. Dan mereka yang tiada menjadi saksi palsu, dan bila melalui pada perkara-perkara yang omong kosong, mereka berlalu dengan hormatnya. Dan mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Allah, mereka tidak tersungkur ke dalamnya dalam keadaan tuli dan buta. Dan mereka yang berkata: Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. Mereka itu adalah orang-orang yang dibalas dengan darjat yang tinggi disebabkan mereka bersabar dan mereka akan diterima di sana dengan penghormatan dan keselamatan. Mereka kekal di dalamnya, amat baiklah tempat kediaman dan tempat tinggal. Katakanlah: Tuhanku tidak akan memperhatikan kamu sekalian, kalaulah bukan sebab doa kamu sekalian. Sesungguhnya kamu telah mendustakan (Tuhan), kerana itu (hukuman) pasti datang.” (al-Furqan: 63-77)

5 TANDA-TANDA ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH SWT. Osman bin Affan berkata: Tanda-tanda orang bertaqwa atau takut kepada Allah SWT 5 perkara, 1-Dia tidak akan duduk melainkan bersama orang yang elok agamanya ( dapat menahan kemaluan dari melakukan zina dan dapat menahan lidah daripada ucapan yang tidak baik ). 2-Bila ditimpa musibah dunia,maka ia melihat akibat keburukannya.Jika ditimpa musibah berkaitan Akhirat maka ia berkeyakinan bahawa dia akan mendapat keuntungan besar disisi A llah hasil daripada musibah tersebut.. 3-Perutnya dipenuhi dengan makanan yang berkat dan halal. 4-Dia melihat orang lain sentiasa selamat dari kecelakaan kerana orang lain sentiasa beribadat kepada Allah Azzawajal. 5-Dia melihat dirinya berada dalam kecelakaan kerana dosa yang dilakukan, ia merasakan kemurkaan Allah akan datang bila-bila masa disebabkan amalannya yang bercampur dengan dosa.
Oleh:Qutuz Mokhtar
Langgan:
Catatan (Atom)
Solat Sunat Tahajjud Yang Betul Dan Lengkap
Solat Sunat Tahajjud Yang Betul Dan Lengkap Solat Sunat Tahajjud adalah solat malam yang dilaksanakan setelah bangun tidur, afdalnya dibua...
-
“Sungguh kebohongan itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka. Sungguh seorang laki-laki benar-benar berboh...
-
Junjungan Mulia Nabi Muhammad ﷺ bergaul dengan semua orang. Baginda sentiasa menerima hamba, orang buta, orang miskin dan kanak-kanak. Bag...
-
Kalimah Rabbani digunakan oleh Syeikh Said Hawa dalam satu risalah kecilnya “إحياء الربانية” (Menghidup kembali generasi Rabbani)[1] bag...

